Zakat di Pesantren

Pertanyaan :
Assalamualaikum wr, wb
Prof, mohon dijelaskan bagaimana pandangan Prof, mengenai pemberdayaan dana zakat melalui pesantren ? Atau usulan menjadikan pesantren sebagai basis pemberdayaan zakat ? Terimakasih Sebelumnya.
Wassalamualaikum wr.wb

 

Jawaban :

Wa’alaikum salam wr.wb

Saudara penanya yang terhormat, Jika melihat pada masa lalu, pesantren itu sendiri memang sudah hadir di tengah masyarakat Indonesia. Dengan kalimat lain, jauh sebe- lum Indonesia merdeka, yang namanya Pondok Pesantren (Ponpes) itu sudah ada. Lebih dari itu, kemudian pesantren diakui sebagai pusat keagamaan oleh masyarakat sekitar. Identik dengan tugas pendidikan yang dijalankan oleh pesantren, tentu memerlukan biaya untuk keberlangsungannya. Pada waktu itu, yang biasa menjadi sumber biaya Ponpes adalah pemilik pesantren itu sendiri yang biasa dikenal dengan sebutan kiyai. Ada juga yang dananya bersumber dari masyarakat sekitar, atau bahkan keduanya , sehingga pondok pesantren menjadi wajar jika menerima dana zakat. Sayangnya, ad- ministrasi keuangannya belum tentu tertata rapi seperti zaman sekarang ini. Pasalnya selain jumlah yang relatif belum/tidak banyak, juga mengingat amil atau nazhirnya ma- sih tersentral pada orang tertentu.

Pada saat ini, setelah hadir UU no 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat dan kemuĀ­dian diperbaharui dengan UU no 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, maka se- gala kegiatan tersebut diatas perlu menyesuaikan dengan UU yang berlaku, supaya ek- sistensinya diakui oleh pemerintah. Hal yang paling harus diperhatikan adalah bahwa pesantren yang dipilih merupakan pesantren yang unsur didalamnya termasuk pada kategori mustahik.

Wallahu alam bisshawab