Zakat Profesi

Zakat Profesi

Pertanyaan :
Assalamualaikum wr.wb
Profesor, mohon diberikan penjelasan mengenai Zakat Profesi karena setau saya zakat semacam ini pada masa Rasulullah itu tidak ada ? Terima kasih.
Wassalamualaikum wr.wb

 

Jawaban:

Wa’alaikum salam wr.wb
Saudara penanya yang saya hormati, untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus li- hat dulu bagaimana kondisi pada zaman Rasul. Pertama, profesi pada zaman Rasul belum lah terstruktur dengan baik seperti saat ini, dan yang kedua, kenapa pada zaman Rasul hanya ada zakat pertanian, perdagangan, peternakan karena pada saat itu yang men- jadi mata pencaharian utama adalah tiga hal tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Ibu Qayim Al Jauziah ketika menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 267 ” Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan se- bagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. ” Dimana ayat tersebut hanya memberikan dua koridor dalam keuangan Islam yaitu usaha ekonomi, dan melalui hasil bumi. Untuk zaman itu, semua jenis usaha ekonomi termasuk profesi mungkin dikem- balikan pada dua hal tadi. Walaupun pada zaman Rasul sudah ada profesi Hakim, tetapi gaji hakim itu sendiri belum seperti gaji hakim sekarang, bahkan saya fikir gajinya belum mencapai nishab, selain itu pada zaman Rasul pula, keadaan rakyatnya terjamin. Jadi dari penjelasan diatas, pada dasarnya tidak dapat dikatakan pada zaman Rasul tidak ada zakat profesi dengan mengacu pada penjelasan diatas. Wallahu alam bisshawab.

Demikian jawabannya, semoga penanya dapat memahaminya dan bermanfaat bagi banyak orang. Amin, ya Mujib al-sa’ilin !